Lagi-lagi karikatur. Ni salah satu temen kampus…..impulsif
Latest Entries »
Ketika kau sapu sungai yang jernih
Bak mencari kaki pelangi
Sadarkah Kau?
Bahwa kata tak lagi bersua
Usailah ragu Sang Peragu
Tibalah kau di taman nirwana
Di mana duka tak lagi lara,
Di mana bahagia untuk selamanya
“ketika engkau duduk dengan anggun
Menyungging senyum di peraduan
Berkisah indah antarkan sang malam
Lantunkan senandung rembulan
Membangun suasana mencari harmoni
Bagai lazuardi di kaki cakrawala
Kau sibak ikal putih di angkasa
Teruslah bernyanyi dan bernyanyi…”
Lihatlah balada negeri yang congkak
Berteriak serak tentang keadilan
Kibarkan panji ilusi demokrasi
Ciptakan perang demi kedamaian
Di sela tarian kematian
Di sela tanggis kehilangan
Lihatlah balada negeri yang congkak
Pemimpinnya haus akan kuasa
Dengan keringat berlumur minyak,
Dengan wajah sangar,
Dan tawa penuh penuh kelakar
Mengais rezeki di genangan darah
Dan nanah…
Korbankan ribuan nyawa, demi secuil harta
Hahahaha…., Kau anggap itu lucu Tauan?
Tapi tahukah Kau apa yang lebi lucu?
Ketika wajah pendosamua terbenam
Di lumpur pekat mengihtam
Terikat di neraka jahanam
Saat mulutmu ternganga, tak bisa tertawa dan mencela….
Dan semua tlah berlalu
Bertabur butir pasir
Di pantai terukir
Jejak-jeka yang diam
Seakan sebuah pertanda
Hilang tersapu ombak
Kepak burung lelayu
Hari-hari menari
Hari-hari menanti
Dan semua tlah berlalu
…Kutunggu kala yang tak pernah kujemput
Lamun kusangga dari sisi, tak kutopang
Diam sambil menatap hidup yang mencibir
Yang juga diam tak beranjak
Hingga aku meninggi dan mendaki
Hingga dia tergelak datar, memaki dan mencaci
Perlahan merasuk nadi
Menyelam di cemas yang mengalir
Ketakutan merayap kian cepat
Udara berdetak melambat
Tak lagi terhisap
Merintih perih, mulut berbuih
Di ujungnya mengejang membayang
Lalu maut menjemput bias waktu segera melupakan
Kujelajah seluruh siang malam
Sebelum terangmu datang dan tentram
Kupijak smua lelah, nafas yang patah,
sebelum ku berlari tak tentu arah
Kuraba hari demi hari…sayat isi hati.
Sebelum kubelai lembutmu, terbalut untai kata semu









